Opini audit adalah inti dari laporan auditor independen. Namun banyak pemilik bisnis dan pengurus organisasi belum memahami perbedaan antarjenis opini dan apa dampaknya. Artikel ini menjelaskannya secara ringkas.
Apa Itu Opini Audit
Opini audit adalah pernyataan Akuntan Publik tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai kerangka pelaporan keuangan yang berlaku. Dasar penyusunannya adalah Standar Audit (SA) yang ditetapkan IAPI, terutama SA 700 tentang perumusan opini, SA 705 tentang modifikasi opini, dan SA 706 tentang paragraf penekanan suatu hal dan paragraf hal lain.
Opini bukan jaminan bahwa perusahaan bebas dari kecurangan, dan bukan penilaian atas kinerja bisnis. Opini memberikan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
Empat Jenis Opini
- Opini Tanpa Modifikasian (Wajar Tanpa Pengecualian/WTP). Laporan keuangan disajikan wajar dalam semua hal yang material. Ini opini yang diharapkan.
- Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Terdapat salah saji material, atau auditor tidak memperoleh bukti yang cukup, tetapi dampaknya tidak pervasif atau hanya pada akun tertentu.
- Opini Tidak Wajar (TW). Salah saji material yang dampaknya pervasif, sehingga laporan keuangan secara keseluruhan tidak dapat diandalkan.
- Tidak Menyatakan Pendapat (TMP/Disclaimer). Auditor tidak dapat memperoleh bukti yang cukup dan tepat, dan kemungkinan dampaknya pervasif.
Istilah serupa digunakan BPK dalam pemeriksaan laporan keuangan pemerintah: WTP, WDP, TW, dan TMP.
Penekanan Suatu Hal Dan Kelangsungan Usaha
Laporan auditor dapat memuat paragraf Penekanan Suatu Hal untuk menarik perhatian pembaca pada hal yang sudah diungkapkan dalam laporan keuangan, misalnya peristiwa setelah tanggal neraca atau ketidakpastian litigasi. Paragraf ini tidak mengubah opini.
Jika terdapat ketidakpastian material terkait kemampuan entitas mempertahankan kelangsungan usaha yang telah diungkapkan secara memadai, auditor menambahkan bagian khusus mengenai Ketidakpastian Material Terkait Kelangsungan Usaha. Pembaca laporan, terutama kreditur, biasanya sangat memperhatikan bagian ini.
Penyebab Umum Opini Dimodifikasi
- Persediaan atau aset tetap tidak dapat diverifikasi karena tidak ada inventarisasi fisik yang memadai.
- Piutang tidak didukung rincian dan tidak dapat dikonfirmasi.
- Cadangan kerugian piutang atau liabilitas imbalan kerja tidak dihitung sesuai SAK.
- Transaksi pihak berelasi tidak diungkapkan.
- Dokumen pendukung transaksi signifikan tidak tersedia.
Cara Mempersiapkan Diri
- Tutup buku tepat waktu dan rekonsiliasi akun-akun utama, terutama kas, bank, piutang, utang, dan persediaan.
- Lakukan inventarisasi fisik persediaan dan aset tetap menjelang tanggal neraca.
- Siapkan perhitungan estimasi akuntansi seperti cadangan kerugian piutang dan imbalan kerja.
- Diskusikan isu akuntansi yang kompleks dengan auditor sejak perencanaan audit, bukan di akhir.
Informasi lebih lanjut tentang proses audit tersedia di halaman Audit Laporan Keuangan. Untuk meminta proposal, gunakan halaman Proposal.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat profesional untuk kasus tertentu. Ketentuan dapat berubah; silakan berkonsultasi untuk situasi Anda.