Pada 28 Mei 2025, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengesahkan PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan. Standar ini mengadopsi IFRS 18 yang diterbitkan IASB pada April 2024, menggantikan PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan, dan berlaku efektif 1 Januari 2027. Tanggal itu tinggal kurang dari tiga bulan lagi, padahal penerapannya retrospektif: angka komparatif 2026 pun harus disajikan ulang dengan struktur baru.
Artikel ini merangkum apa yang berubah, siapa yang terdampak, dan apa yang perlu disiapkan tim keuangan sejak sekarang.
Mengapa Laporan Laba Rugi Diubah?
Selama ini standar penyajian memberi keleluasaan besar dalam menyusun laporan laba rugi. Akibatnya, istilah seperti "laba usaha" atau "laba operasi" dihitung berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, sehingga sulit dibandingkan. Banyak perusahaan juga mengomunikasikan ukuran kinerja versinya sendiri di luar laporan keuangan tanpa penjelasan yang memadai.
Menurut DSAK IAI, PSAK 118 bertujuan memperbaiki komunikasi perusahaan kepada investor melalui informasi dalam laporan keuangan, dengan perubahan besar pada bagian laba rugi dan catatan atas laporan keuangan. Perubahan itu bertumpu pada tiga hal: kategori dan subtotal baru di laporan laba rugi, pengungkapan ukuran kinerja tetapan manajemen, serta panduan agregasi dan disagregasi informasi.
Perlu ditegaskan, PSAK 118 mengatur penyajian dan pengungkapan, bukan pengakuan dan pengukuran. Laba bersih pada umumnya tidak berubah; yang berubah adalah cara pos-pos pendapatan dan beban dikelompokkan dan subtotal yang wajib ditampilkan.
Lima Kategori dan Subtotal Wajib
Setiap pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi diklasifikasikan ke dalam salah satu dari lima kategori:
- Operasi — pendapatan dan beban dari kegiatan usaha entitas, termasuk yang tidak biasa atau berfluktuasi.
- Investasi — hasil dari aset yang menghasilkan imbal hasil secara individual dan sebagian besar independen dari sumber daya lain, misalnya pendapatan sewa properti investasi, bunga dan dividen investasi, hasil dari entitas asosiasi dan ventura bersama, serta kas dan setara kas.
- Pendanaan — pendapatan dan beban dari liabilitas yang timbul semata-mata untuk memperoleh pendanaan, seperti pinjaman bank, ditambah beban bunga atas liabilitas lain seperti liabilitas sewa dan liabilitas imbalan pascakerja.
- Pajak penghasilan.
- Operasi yang dihentikan.
Dari kategori itu lahir dua subtotal baru yang wajib disajikan selain laba (rugi) tahun berjalan: laba (rugi) operasi dan laba (rugi) sebelum pendanaan dan pajak penghasilan. Karena definisinya seragam, laba operasi dua perusahaan kini dapat dibandingkan secara lebih wajar.
Ada pengaturan khusus bagi entitas yang kegiatan usaha utamanya justru berinvestasi atau memberikan pendanaan, seperti bank dan perusahaan asuransi. Bagi mereka, sebagian pendapatan dan beban yang pada perusahaan lain masuk kategori investasi atau pendanaan justru dimasukkan ke laba operasi. Karena itu, langkah awal setiap entitas adalah menilai apa kegiatan usaha utamanya.
Ukuran Kinerja Tetapan Manajemen (UKTM)
Banyak perusahaan menyampaikan angka seperti "laba operasi yang disesuaikan" dalam siaran pers, paparan publik, atau laporan tahunan. PSAK 118 menyebutnya ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM; management-defined performance measures), yaitu subtotal pendapatan dan beban yang tidak disyaratkan standar, digunakan dalam komunikasi publik di luar laporan keuangan, dan mencerminkan pandangan manajemen atas kinerja keuangan.
UKTM tetap boleh digunakan, tetapi wajib diungkapkan dalam satu catatan atas laporan keuangan yang memuat:
- rekonsiliasi ke subtotal atau total terdekat yang disyaratkan standar;
- penjelasan mengapa ukuran itu bermanfaat dan bagaimana menghitungnya;
- penjelasan bila terjadi perubahan cara penghitungan; dan
- dampak pajak penghasilan dan kepentingan nonpengendali atas setiap pos rekonsiliasi.
Konsekuensinya, angka yang selama ini hanya muncul di materi presentasi investor akan masuk ke catatan atas laporan keuangan dan menjadi bagian dari laporan keuangan yang diaudit.
Agregasi, Disagregasi, dan Beban Berdasarkan Sifat
PSAK 118 memberi panduan lebih tegas tentang kapan pos harus digabung atau dipisah. Pos dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang sama, dan satu karakteristik yang berbeda saja dapat cukup untuk memisahkannya bila informasinya material. Label "lain-lain" hanya dipakai bila tidak ada label yang lebih informatif, dan isinya perlu dijelaskan.
Entitas yang menyajikan beban operasi berdasarkan fungsi (misalnya beban pokok penjualan, beban penjualan, beban umum dan administrasi) wajib mengungkapkan di catatan jumlah lima jenis beban yang terkandung di setiap pos tersebut: penyusutan, amortisasi, imbalan kerja, penurunan nilai tertentu, dan penurunan nilai persediaan. Data ini sering tidak tersedia langsung dari bagan akun, sehingga sistem pencatatan mungkin perlu disesuaikan.
Dampak ke Laporan Arus Kas
PSAK 118 membawa amendemen konsekuensial pada PSAK 207 Laporan Arus Kas. Untuk metode tidak langsung, titik awal arus kas dari aktivitas operasi menjadi laba (rugi) operasi. Pilihan klasifikasi bunga dan dividen juga dihapus bagi sebagian besar entitas: bunga dan dividen yang diterima masuk aktivitas investasi, sedangkan bunga dan dividen yang dibayar masuk aktivitas pendanaan. Entitas dengan kegiatan usaha utama tertentu, seperti bank, menempatkan setiap pos tersebut pada satu kategori sesuai karakteristiknya.
Siapa yang Terdampak dan Bagaimana Transisinya?
PSAK 118 merupakan bagian dari SAK Indonesia, sehingga berlaku bagi entitas yang menyusun laporan keuangan berdasarkan pilar tersebut, antara lain emiten, bank, perusahaan asuransi, dan entitas lain yang memilih atau diwajibkan memakai SAK Indonesia. Entitas yang menggunakan SAK Entitas Privat atau SAK EMKM tidak terdampak secara langsung. Penjelasan tentang pilar-pilar SAK ada di artikel Penerapan SAK Terbaru Untuk Bisnis.
Penerapannya retrospektif, termasuk pada laporan keuangan interim. Bagi entitas dengan tahun buku kalender, laporan keuangan tahunan 2027 menyajikan komparatif 2026 dengan struktur baru, dan laporan interim 2027 pun mengikuti struktur PSAK 118. IFRS 18 mengizinkan penerapan dini, dan draf eksposur PSAK 118 mengusulkan hal yang sama; entitas yang ingin menerapkannya lebih awal sebaiknya memastikannya pada teks final PSAK 118 dan ketentuan regulatornya.
Langkah Persiapan Mulai Sekarang
- Tentukan kegiatan usaha utama. Penilaian ini menentukan apakah pendapatan investasi dan beban pendanaan masuk laba operasi.
- Petakan setiap akun laba rugi ke kategori operasi, investasi, pendanaan, pajak, atau operasi yang dihentikan, termasuk selisih kurs dan perubahan nilai wajar.
- Inventarisasi UKTM. Kumpulkan ukuran kinerja yang dipakai dalam siaran pers, paparan publik, laporan tahunan, dan materi investor; siapkan rekonsiliasi dan dampak pajaknya.
- Siapkan data beban berdasarkan sifat. Pastikan bagan akun dan sistem dapat memisahkan penyusutan, amortisasi, imbalan kerja, penurunan nilai, dan penurunan nilai persediaan per fungsi.
- Sajikan ulang komparatif 2026 dan perbarui template laporan interim 2027 serta laporan arus kas.
- Diskusikan lebih awal dengan komite audit dan auditor eksternal mengenai kebijakan klasifikasi, UKTM, dan dampaknya pada komunikasi dengan investor.
Kesimpulan
PSAK 118 tidak mengubah besarnya laba, tetapi mengubah cara laba diceritakan. Kategori dan subtotal yang seragam, keterbukaan atas ukuran kinerja versi manajemen, serta rincian beban yang lebih jelas akan membuat laporan keuangan lebih mudah dibandingkan. Karena komparatif 2026 harus disajikan ulang, persiapan sebaiknya dimulai sekarang, bukan setelah tutup buku 2026.
Butuh pendampingan penerapan PSAK 118 atau review penyajian laporan keuangan? Lihat layanan Akuntansi & Penerapan SAK atau Audit Laporan Keuangan, dan baca juga Aset Hak Guna PSAK 116.
Referensi Resmi
- DSAK IAI: DSAK Terkini Volume 7 2025 (pengesahan PSAK 118, 28 Mei 2025)
- DSAK IAI: Draf Eksposur PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
- IFRS Foundation: Primary Financial Statements (IFRS 18)
- IFRS Foundation: IFRS 18 Subtotals and Categories (materi webinar)
- PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan; PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan; PSAK 207 Laporan Arus Kas.
Artikel ini merupakan informasi umum dan bukan nasihat akuntansi, audit, atau perpajakan untuk keadaan tertentu. Penerapan pada setiap entitas perlu mempertimbangkan fakta, kebijakan akuntansi, teks lengkap standar, dan ketentuan regulator yang berlaku.