Ketika kondisi ekonomi atau operasional suatu entitas menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuannya untuk terus beroperasi, pembaca laporan keuangan biasanya ingin mengetahui dua hal: bagaimana manajemen menilai kondisi tersebut, dan bagaimana auditor mengevaluasinya. Kedua pertanyaan itu terkait, tetapi tidak sama. Manajemen menyusun laporan keuangan dan melakukan penilaiannya; auditor memperoleh bukti audit serta melaporkan sesuai standar yang berlaku.
Pada 9 April 2025, International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB) menerbitkan ISA 570 (Revised 2024), Going Concern. Standar internasional ini dirancang untuk memperkuat tanggung jawab auditor dalam mengevaluasi penilaian manajemen atas kemampuan entitas mempertahankan kelangsungan usaha. IAASB menyatakan standar tersebut berlaku untuk audit atas laporan keuangan periode yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2026.
Posisi di Indonesia
Bagi pembaca di Indonesia, konteks pentingnya adalah status standar lokal. Halaman Standar Profesional Akuntan Publik di situs Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) mencantumkan SA 570 (Revisi 2021) tentang kelangsungan usaha, yang berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022. Karena itu, penerbitan ISA 570 (Revised 2024) oleh IAASB tidak dengan sendirinya mengubah standar yang berlaku di Indonesia. Adopsi atau pembaruan standar nasional tetap memerlukan proses dan penetapan dari IAPI.
Kelangsungan Usaha Bukan Prediksi Masa Depan
Basis akuntansi kelangsungan usaha menggunakan asumsi bahwa entitas akan melanjutkan operasinya dalam masa depan yang dapat diperkirakan. Namun, asumsi tersebut bukan jaminan bahwa entitas tidak akan menghadapi kesulitan. Kondisi pasar, kemampuan membayar kewajiban, akses pembiayaan, atau gangguan operasi dapat memerlukan penilaian yang lebih cermat.
Peran auditor juga bukan untuk menjamin kelangsungan entitas. Dalam SA 570 (Revisi 2021), tujuan auditor mencakup memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen, menyimpulkan apakah terdapat ketidakpastian material terkait peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan signifikan, serta melaporkan sesuai standar tersebut. Kesimpulan audit bersumber pada bukti yang tersedia dan pertimbangan profesional, bukan pada kepastian atas masa depan.
Pemisahan peran ini mencegah dua kekeliruan. Pertama, penilaian manajemen tidak boleh diperlakukan hanya sebagai dokumen formal yang diterima tanpa pengujian. Kedua, laporan auditor tidak boleh dibaca sebagai jaminan bahwa entitas pasti bertahan. Pengguna laporan keuangan perlu membaca pengungkapan, fakta entitas, dan bentuk pelaporan auditor secara utuh.
Arah Penguatan ISA 570 (Revised 2024)
Berdasarkan siaran pers IAASB, revisi ini memuat beberapa penguatan pokok:
- Penilaian risiko yang lebih kuat dan lebih dini. Auditor diharapkan mengidentifikasi lebih cepat peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kelangsungan usaha.
- Evaluasi atas penilaian manajemen. Auditor mengevaluasi penilaian manajemen atas kelangsungan usaha bahkan ketika tidak teridentifikasi peristiwa atau kondisi tertentu, termasuk metode, asumsi, dan data yang digunakan serta potensi bias manajemen.
- Periode penilaian yang diperpanjang. Periode yang dievaluasi sekurang-kurangnya dua belas bulan sejak tanggal persetujuan laporan keuangan.
- Transparansi yang lebih besar. Komunikasi dalam laporan auditor menjadi lebih jelas, disertai komunikasi yang lebih kuat dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pihak eksternal.
Dalam publikasi 21 Juli 2025, IAASB juga menjelaskan bagaimana revisi ini membantu auditor menerapkan skeptisisme profesional secara lebih konsisten. Hal ini relevan karena penilaian kelangsungan usaha sering melibatkan proyeksi, asumsi, dan rencana tindakan yang perlu diuji secara kritis: memahami dasar asumsi manajemen, menilai bukti yang mendukung maupun yang bertentangan, dan mempertimbangkan kecukupan pengungkapan. Langkah spesifik tetap bergantung pada risiko dan fakta perikatan.
IAASB kemudian menerbitkan FAQ pada 15 Mei 2025 mengenai pelaporan masalah kelangsungan usaha dalam laporan auditor. FAQ itu menjelaskan pelaporan hal kelangsungan usaha yang spesifik untuk entitas dalam bagian berjudul "Going Concern" atau "Material Uncertainty Related to Going Concern". FAQ tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak mengubah atau mengesampingkan ISA 570 (Revised 2024); teks standar tetap menjadi rujukan otoritatif.
ISA 570 (Revised 2024) mulai berlaku bersamaan dengan ISA 240 (Revised) tentang kecurangan. Kaitan keduanya dibahas dalam artikel ISA 240 (Revisi): Tanggung Jawab Auditor atas Kecurangan.
Persiapan yang Masuk Akal bagi Praktik Audit
Tanggal berlaku standar internasional masih memberikan waktu untuk belajar, tetapi persiapan tidak perlu menunggu. Kantor akuntan publik dapat memetakan metode dan dokumentasi yang saat ini digunakan ketika mengevaluasi kelangsungan usaha. Tujuannya bukan menganggap standar internasional baru sudah berlaku otomatis di Indonesia, melainkan memahami arah perkembangan dan mengenali bagian yang mungkin perlu diperbarui apabila proses adopsi lokal berlangsung.
Beberapa pertanyaan yang dapat dipakai dalam pelatihan internal:
- Apakah tim cukup cepat mengidentifikasi indikator risiko kelangsungan usaha?
- Apakah tantangan terhadap asumsi manajemen didokumentasikan dengan jelas?
- Bagaimana bukti yang bertentangan dengan asumsi manajemen dipertimbangkan?
- Apakah komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tercatat memadai?
Pertanyaan tersebut bukan daftar prosedur wajib baru, melainkan kerangka diskusi untuk memperkuat mutu pertimbangan profesional.
Manajemen entitas juga diuntungkan oleh proses yang rapi. Proyeksi arus kas, rencana pendanaan, komitmen kontraktual, dan asumsi utama perlu dapat dijelaskan dan didukung. Ketika kondisi berubah, penilaian dan pengungkapannya perlu ditinjau kembali. Kesiapan dokumen tidak menggantikan evaluasi auditor, tetapi membuat pertukaran informasi lebih terarah.
Menjaga Ketepatan Istilah
Pembahasan ISA 570 (Revised 2024) perlu selalu menyebutkan apakah yang dimaksud standar internasional atau standar yang berlaku di Indonesia. Untuk perikatan yang sedang berjalan, auditor dan pengguna laporan keuangan merujuk pada SPAP dan ketentuan Indonesia yang berlaku, termasuk SA 570 (Revisi 2021). Memantau pengumuman IAPI tetap penting, khususnya bila terbit draf eksposur atau standar baru tentang kelangsungan usaha. Frasa "berlaku secara internasional" lebih tepat daripada "sudah berlaku di Indonesia".
Kesimpulan
ISA 570 (Revised 2024) menunjukkan arah internasional menuju penilaian risiko yang lebih dini, evaluasi yang lebih kokoh atas penilaian manajemen, skeptisisme profesional yang lebih konsisten, serta komunikasi dan pelaporan yang lebih transparan mengenai kelangsungan usaha. Standar ini berlaku secara internasional untuk periode yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2026. Di Indonesia, SA 570 (Revisi 2021) tetap menjadi rujukan sampai ada pembaruan resmi dari IAPI.
Lihat juga layanan Audit Laporan Keuangan, artikel Memahami Opini Audit, atau minta estimasi melalui halaman Proposal.
Referensi Resmi
- IAASB, "IAASB Strengthens Auditor Responsibilities for Going Concern through Revised Standard", siaran pers 9 April 2025.
- IAASB, "FAQ: Reporting Going Concern Matters in the Auditor's Report", 15 Mei 2025.
- IAASB, "IAASB Highlights How Revised Standards Reinforce Professional Skepticism", 21 Juli 2025.
- Institut Akuntan Publik Indonesia, Standar Profesional Akuntan Publik: SA 570 (Revisi 2021) Kelangsungan Usaha.
Artikel ini merupakan informasi umum, bukan nasihat audit, akuntansi, hukum, atau perpajakan untuk keadaan tertentu. Penerapan standar perlu mempertimbangkan fakta perikatan dan ketentuan yang berlaku.